Amankah Menyimpan Dollar

March 20, 2008

US debt MonitoringSecara tidak sengaja saya menemukan website U.S. National Debt Clock, Website tersebut secara realtime memonitor jumlah utang AS yang terus meningkat. Catatan monitoring terakhir yang saya dapati adalah utang AS senilai $9,382,193,323,082.03 tercatat pada pukul 05.20.05 PM GMT. Dimana jumlah penduduk Amerika saat ini tercatat 303,651,715 jiwa, sehingga jika utang tersebut dibagi dengan jumlah penduduk didapatkan Angka $30,897.88, artinya setiap penduduk baik bayi maupun orang dewasa kecripatan utang sebesar $30,897.88. Atau dengan kata lain jika utang negara Adidaya itu dibebankan kepada rakyatnya untuk membayar, maka setiap nyawa yang masih hidup baik itu bayi, anak-anak,remaja,dewasa,manula akan punya beban utang masing-masing $30,897.88, jika kurs rupiah saat ini $9200 maka masing-masing penduduk AS akan menanggung beban utang kurang lebih Rp 284 juta. Wew

Pertanyaannya adalah, kenapa AS yang memiliki jumlah utang yang sangat besar tersebut belum mengalami kebangkrutan? Karena Dunia ketiga termasuk negara kita ikut membayar inflasi yang diakibatkan oleh AS tersebut. Karena dunia ketiga masih terus membutuhkan dolar, maka saat ini AS dengan mudah dapat mencetak dolarnya tanpa dibarengi dengan kepemilikan logam mulia. Dari Suatu sumber yang pernah saya baca, hanya saya lupa urlnya, menerangkan bahwa total dolar Amerika yang beredar saat ini adalah senilai 80 ribu trilyun sedangkan asset negara itu hanya sebesar 20 ribu trilyun. Artinya jika suatu saat AS kolaps secara ekonomi, atau skrenario yang sederhanda, Cina dan atau Jepang menarik investasi dollarnya (mengganti cadangan devisanya dari bentuk dolar ke bentuk lainnya) maka dolar hampir bisa dipastikan bahwa AS akan kolaps secara ekonomi, yang juga artinya AS tidak akan mampu mengganti dolar yang kita pegang dengan barang yang senilai. Hal ini juga berarti dolar kita tak ubahnya menjadi kertas uang mainan Anak-anak.

Fakta dari pasar finance juga mendukung bahwa saat ini bahkan dalam jangka panjang sangat tidak direkomendasikan menyimpan dolar. Silakan perhatikan perkembangan pasar forex, foreign exchange beberapa waktu kebelakang, dolar begitu tertekan terhadap mata uang utama lain semacam Euro dan Poundsterling.