Masukilah Rumah Allah dengan Khusnudhon..
Masukilah Rumah Allah dengan Khusnudhon..
Jul 03Blog, Pesan seperti (Hati-hati dengan barang Anda) tak jamin hampir pasti ada di settiap masjid, Rumah Allah yang kita menggunakannya untuk mengagungkan nama Nya, mengingat Nya dan bersembah sujud pada Nya, memohon ampun atas segala dosa kepada Nya. Allah telah menjamin keselamatan orang yang memasuki rumah Nya, kalo Allah yang sudah menjamin kenapa kita harus ragu, dan harus “Hati-hati”. Bukankah hanya jaminan dari Allah saja yang bisa di percaya saat ini, daripada janji para penguasa yang sebelum berkuasa selalu berjanji yang mungkin lebih banyak yang tak ditepati atau lebih parahnya di lupakan.
Kemaren ak pulang kantor aga kesorean, jadinya nyampe kos baru setelah magrib, ya jam 6 malam lah kira-kira, Kebetulan kemaren ada sahabat datang, trus karena dia lom magrib dan cewe lagi jadi tak ajak ke Masjid karna khan ak gak punya mukena untuknya. Waktu sampai masjid, ada beberapa bapak-bapak berkumpul di sebelah utara masjid, tepatnya di masjid Al Ikhlash Samirono. Dari tampang2 tuh bapak2 ak bisa tebak bahwa salah satu dari mereka baru saja kehilangan sesuatu yang mereka anggap “berharga”. Aku berusaha tidak penudi dengan mereka, ak harus melewati mereka untuk memarkir sepeda motor temenku itu, tepat setelah ak melewati mereka, salah satu bapak meghampiri kami dan berkata, “mas mbak ati-ati dengan barangnya apapun yang dimiliki dibawa masuk aja, sandal juga dimasukkan saja, rawan sekarang, tuh pak yang itu baru saja kehilangan sandal”.
Blog, jujur blog aku sedikit marah bila di kasih wejangan yang tidak mendidik seperti itu, ok blog saya tidak tahu berapa harga sepasang sendal bapak yag hilang itu, tapi apakah dengan hanya kehilangan sandal itu kita harus memasang rasa curiga yang berlebihan ketika akan memasuki masjid, utuk menghadap kepada Nya dan melepas keriduan kita kepada Nya. Kenapa kita begitu sulit menyadari dan mengikhlaskan sesuatu yang kita anggap berharga harus hilang saat kita menghadap San Maha Pencipta, mengapa kita tidak ikhlas bahwa mugkin itu harga yang harus dibayar untuk keinginan kita untuk melepaskan rindu kita pada Sang Khaliq, atapun betapa susahnya kita menyadari bahwa mungkin apa yang hilang dari kita, yang kita anggap berharga itu mungkin saja bukan hak kita, kenapa kita tidak terima kalo bukan hak kita diambil dari kita, bukan kah itu akan bisa membersihkan kita, serta mensucikan “harta Allah” yang dititipkan kepada kita. Blog cuba kita ingat-ingat, berapa harga yang harus dibayar jika kita ingin melepaskan kerinduan kita pada kekasih atau yang orang sering menggunakan istilah pacar kita, akapah kita merasa kehilangan jika kita harus mengeluarkan beberapa ratus ribu untuk mentraktir “pacar” dinner di tempat-tempat mahal, apakah kita merasa kehilangan saat membeli pulsa seharga seratus ribu secara rutin untuk menelpon “pacar” kita, hanya untuk mendengarkan suaranya yang tidak seindah aslinya (Ingat blog, suara pacar kita yang di telpon tidak asli karna telah di encode, di sampling untuk merubahnya menjadi data digital, memecahnya kedalam paket-paket kecil (jika akan ditransmisikan dengan teknik packet switching) dengan diberikan header yang berisi informasi tujuan dari pengiriman data agar bisa ditransmisikan melalui media transmisi, baik itu dengan media wire ataupun wireless, kemudian sebelum sesaat sampai tujuan, data digital itu di decode dan diubah lagi menjadi data analog kemudian bisa terdengar oleh telinga kita, semakin tinggi sampling rate yang digunakan saat merubah data analog pacar kita menjadi data digital, kita akan mendapatkan suara yang mendekati aslinya, ingat juga mendekati itu berarti tetep tidak bisa seperti asli). Kita rela mengeluarkan ratusan ribu demi bisa melihat keindahan wajah pacar kita, menyapanya dengan lembut, ataupun memberikan hadiah mahal untuknya. Tapi kenapa kita tidak rela kalau kita harus kehilangan sandal (sandal jepit harganya Rp 4.500,00) saat kita melepaskan kerinduan kita kepada Khaliq, bukankah petunjuk dari Nya yang kita dapatkan setelah kita meluangkan waktu untuk sholat dan bersujud kepadanya, jauh jauh lebih sangat berharga sekali dari pada sanda kita itu. Ahh ternyata sebagian dari kita masih mendewakan uang, harta dan segala sesuatu “yang kita anggap kita miliki”.
Blog ingin sekali kukatakan kepada bapak yang ngasih wejangan tadi, “Pak saya kesini untuk Menghadap Allah, ingin Dzikir kepada Nya, ingin berjumpa dengan Nya, melapas segala Kerinduanku pada Nya, mencurahkan segala isi hatiku pada Nya, bersujud kepada Nya untuk memohon ampunan atas segala dosa yang sungguh blog ak tak sanggup menanggungnya kelak, ingin meminta petunjuk agar ak tidak tersesat didunia ini, ingin berlindung kepadanya dari tipu daya setan yang terkutuk” dan jika untuk semua itu saya harus merangkak dan bersimbah darah ataupun kehilangan nyawa, saya sama sekali tidak takut apalagi cuman kehilangan sandal ato tas, hp (barang tidak berharga saya karna cuman sandal jepit hla gak punya sendal yang baus seh dan hp saya hp jadul banget heheheh) saya. Itu mungkin harga yang harus saya bayar.
Blog, tapi tidak mengapalah toh bapak itu berniat baik, mengingatkan kita bahwa kita harus hati-hati dalam menjaga harta Allah (ingat blog, bukan harta kita) yang dititipkan kepada kita. Bapak itu punya niat baik untuk saling menasehati dengan saudara seiman, well terimakasih pak atas nasehat “Ati-ati dengan Barang bawaan, ketika masuk masjid”. Terimakasih juga buatmu Hen sahabat terbaik tempat berbagi cerita serta semua yang telah telah kita lewati. Ehh buat kamu juga blog terimakasih, mau ndengerin ak heheh, always missing you blog.
Popularity: 6% [?]
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

bagus banget ,van..ngingetinnn..
kumasukkan link ku ya….
yup ma, please feel free to share..