Judul Buku Gold Dinar
Pengarang Dr. Mustofa Edwin Nasution
Penerbit Senayan
Jumlah Halaman 217 Halaman
Akhir tahun 2005, nilai defisit perdagangan AS mencapai 724 miliar dolar AS. Ini berarti nilai defisit perdagangan AS mencapai 82,4 juta dolar! Status AS pun kemudian bergeser dari pemberi utang menjadi pengutang terbesar. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, darimana AS mendanai defisitnya? Membiayai mesin perangnya? Jawaban sederhana adalah kita semua (dunia ketiga) yang ikut membayar defisit perdagangan AS dan membiayai mesin-mesin perangnya. Ini terjadi karena saat ini Dolar masih dijadikan sebagai mata uang uatama didunia, hampir semua transaksi perdagangan antar negara menggunakan dolar. Hal ini menjadikan dolar sebagai cadangan devisa terbesar oleh beberapa negara maju terutama Cina dan Jepang yang notabene tidak memiliki sumberdaya energi yang cukup, sedangkan untuk membeli energi dalam hal ini minyak harus menggunakan dolar.
Sebuah ironi terbesar abad ini. Sebuah negara yang secara akuntansi kolaps, tapi karena uang kertasnya digunakan oleh 60 persen penduduk bumi, mereka terus mendapatkan free lunch. The Fed terus mencetak dolar, tanpa di backup dengan kepemilikan logam mulia. Sementara dunia ketiga membayar inflasi yang ditimbulkannya dengan menyerahkan kopi,emas,tuna,kayu hutan, dan kekayaan lainnya. Sebuah konstruksi eksploitasi sistem moneter yang pelan tapi pasti membawa dunia kearah disekuilibrium: kehancuran ekonomi.
Sistem alternatif yang lebih stabil, adil dan berkelanjutan menjadi niscaya. Banalisasi emas sebagai alat transaksi oleh konspirasi internatsional harus segera dihentikan. Emas semestinya dikembalikan ke posisi terhormat sebagai mata uang dunia.
Sebuah buku yang tidak terlalu berat untuk konsumsi di kala senggang, dilengkapi data-data riil dan perhitungan-perhitungan yang masuk akal serta bukan cuman menyajikan teori-teori keunggulan emas dibanding uang fiat, tetapi juga membahas dan mengajukan usulan bagaimana memperbaiki sistem ekonomi yang mengarah pada kehancuran menjadi sistem ekonomi yang lebih stabil. Namun bagi beberapa pembaca mungkin akan sedikit kesulitan dalam membaca tabel-tabel dan grafik-grafik yang disajikan tetapi ini tidak mengurangi kehebatan buku ini dalam mengkaji dan mengusulkan sistem ekonomi yang lebih stabil.
Popularity: 17% [?]