Dasar-dasar Investasi Opsi

12 February 2008

Year to date monthly returnOpsi adalah suatu perjanjian / kontrak antara penjual opsi (seller atau writer) dengan pembeli opsi (buyer), dimana penjual opsi menjamin adanya hak (bukan suatu kewajiban) dari pembeli opsi, untuk membeli atau menjual saham tertentu pada waktu dan harga yang telah ditetapkan. Pihak-pihak yang terlibat dalam opsi adalah para investor dengan investor lainnya, dan tidak melibatkan perusahaan penerbit sekuritas saham yang dijadikan opsi. Opsi diterbitkan oleh investor untuk dijual kepada investor lainnya, sehingga perusahaan yang merupakan emiten dari saham yang dijadikan patokan tersebut tidak mempunyai kepentingan dalam transaksi opsi tersebut. Emiten saham bersangkutan tidak bertanggung jawab terhadap pembuatan, penghentian atau pelaksanaan kontrak opsi. Dalam prakteknya, jenis sekuritas yang bisa dijadikan patokan dalam opsi tidak hanya saham saja, tetapi bisa berbentuk yang lainnya seperti indeks pasar

Berdasarkan bentuk hak yang terjadi, opsi bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu opsi beli (call opsi) dan opsi jual (put opsi). Call opsi adalah opsi yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham dalam jumlah tertentu pada waktu dan harga yang telah ditentukan. Investor yang membeli call opsi akan berharap harga saham akan naik, dan akan meraih keuntungan dari kenaikan harga saham tersebut. Dengan membeli opsi, investor dapat melakukan spekulasi terhadap kenaikan harga saham tanpa harus memiliki saham tersebut secara langsung, dan berharap bisa memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham tersebut dimasa datang. Artinya, jika tiba waktu jatuh tempo, dan harga saham dipasar naik diatas harga yang disepakati dalam kontrak opsi, maka investor yang telah memiliki opsi call, akan bisa membeli saham tersebut dengan harga yang lebih murah dibanding harga dipasar (sebesar harga yang disepakai dalam kontrak opsi)

Bentuk sekuritas derivatif lainnya, yaitu put opsi adalah opsi yang memberikan hak kepada pemiliknya untuk menjual saham tertentu pada jumlah, waktu dan harga yang telah ditentukan. Jika kontrak opsi dilaksanakan, maka pemegang opsi akan mempunyai hak untuk menjual saham yang telah ditentukan kepada penjual opsi, pada waktu, jumlah dan harga yang telah ditentukan pula. Oleh karena itu investor yang membeli put opsi akan mempunyai harapan yang berkebalikan dengan pemilik call opsi. Pemilik opsi put akan berharap agar harga pasar saham pada saat jatuh tempo berada dibawah harga yang disepakati dalam kontrak. Berarti pemilik put opsi akan bisa menjual saham tersebut kepada penjual put opsi dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar saham bersangkutan

Artikel Lainnya

Got something to say?